Fakta Macam-Macam Penyakit yang Dibawa Oleh Tikus

Tahukah Anda bahwa penyakit yang dibawa tikus tidak hanya merusak barang, tapi juga mengancam kesehatan keluarga? Hewan pengerat ini ternyata menjadi vektor bagi munculnya penyakit berbahaya, mulai dari infeksi ringan hingga mematikan.

Faktanya, organisasi kesehatan dunia WHO mencatat tikus berkontribusi pada 20% wabah penyakit zoonosis global. Apa sajakah itu?

Cara Mencegah Tikus Masuk Rumah

Tikus adalah hama yang pintar mencari celah untuk masuk ke dalam rumah demi mendapatkan makanan dan tempat tinggal. Untuk mencegahnya, langkah pertama paling penting adalah tidak ada akses masuk dengan menutup rapat semua lubang.

Selain itu, tips basmi bersih rumah juga bisa dengan menyimpan semua makanan dalam wadah kedap udara, membuang sampah secara teratur, dan membersihkan sisa makanan sangat penting untuk menghilangkan daya tarik bagi tikus.

Perhatikan juga area potensial yang bisa menjadi sarang tikus, seperti tumpukan koran, kardus, atau barang bekas, dan segera atur agar rapi. Namun, Anda juga bisa langsung membasminya menggunakan racun tikus paling ampuh.

7 Penyakit yang Dibawa Tikus

Tikus bukan sekadar hama pengganggu, melainkan juga vektor penyakit mematikan yang mengintai kesehatan Anda. Berikut 7 penyakit paling berbahaya yang tikus bawa, beserta gejala dan risikonya:

1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)


HPS adalah penyakit pernapasan akut akibat infeksi virus Hantavirus yang menjadi bawaan alami tikus liar, khususnya jenis deer mouse. Virus ini menyebar ke manusia terutama melalui udara yang terkontaminasi urin atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Gejala awalnya mirip flu, yakni demam, nyeri otot, dan kelelahan. Namun, dalam beberapa hari dapat berkembang menjadi gangguan paru-paru serius yang tampak lewat batuk dan sesak napas berat. 

2. Leptospirosis


Penyakit yang dibawa tikus kedua bisa menyebabkan leptospirosis yang tertular melalui urin atau kotoran. Biasanya penularan ini banyak terjadi setelah hujan deras atau banjir. Gejala awalnya memang ringan, tapi efek fatalnya bisa sampai kematian.

Bahkan melansir dari artikel National Library of Medicine, leptospirosis menyebabkan sekitar 1,03 juta kasus dan 58.900 kematian setiap tahun. 

3. Salmonellosis dan Campylobacteriosis


Sesuai namanya, penyakit infeksi saluran pencernaan ini terjadi karena bakteri salmonella dan campylobacter yang tikus tularkan. Penularan terjadi saat manusia mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi kotoran tikus.

Gejala utama meliputi diare, demam, kram perut dan mual. Oleh karena itu, cara pencegahannya meliputi menjaga kebersihan dapur, menyimpan makanan dengan baik, khususnya pada area dapur, dan memastikan kelembaban ruangan terjaga.

Selain itu, penting untuk memastikan semua bahan makanan tercuci bersih sebelum terolah dan termasak menggunakan suhu cukup sehingga bakteri terbuuh. Hindari juga membiarkan makanan terbuka terlalu lama, terutama pada area rentan tikus.

4. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome


Penyakit bawaan tikus satu ini memiliki dampak serius meskipun gejala awal yang muncul tampak biasa saja. Anda akan merasa demam dan nyeri selama beberapa hari, tetapi ketika infeksi mulai menyebar, bisa sampai pendarahan.

Dalam fase lanjut, penderita dapat mengalami penurunan tekanan darah drastis, gangguan ginjal akut, hingga gagal ginjal yang butuh perawatan intensif. Bahkan tingkat kematian pada kasus tertentu bisa mencapai 15% tergantung jenis virusnya.

5. Murine Tifus


Penyakit yang dibawa tikus selanjutnya adalah mendatangkan penyakit murine tifus. Kemunculannya karena bakteri Rickettsia typhi yang ada pada kutu tikus. Penularannya terjadi ketika kutu terinfeksi sampai menggigit kulit manusia.

Menurut artikel pada laman CDC, penyakit ini banyak menjangkit daerah beriklim tropis, subtropis, dan sedang di seluruh dunia. Asia menjadi negara yang masuk dalam jangkauan penyakit ini sehingga perlu berhati-hati.

6. Rat Bite Fever

Rat Bite Fever merupakan penyakit yang tertular melalui gigitan, cakaran, atau kontak dengan kotoran tikus yang terinfeksi. 

Penyebabnya pada dua bakteri berbeda, yakni streptobacillus moniliformis (umum di US) atau spirillum minus (umum di Asia).

Gejalanya biasanya muncul dalam 3-10 hari setelah terpapar. Namun, dengan penanganan antibiotik yang tepat, seperti penisilin atau doksisiklin, penyakit ini bisa sembuh total. Pencegahan utama adalah menghindari kontak langsung dengan tikus.

7. Tularemia

Penyakit yang dibawa tikus selanjutnya adalah tularemia. Infeksi ini tertular lewat kontak langsung dengan tikus yang sakit, menghirup debu terkontaminasi, atau mengonsumsi air dan makanan yang tercemar.

Agar tidak terkontaminasi bisa melakukan pencegahan dengan menghindari kontak secara langsung. Memang yang paling penting dari itu semua adalah memastikan rumah tidak menjadi sarang tikus.

Racoon Bayratt adalah racun tikus yang terdesain khusus membasmi kumpulan hewan pengerat yang mengganggu kenyamanan rumah Anda. Berasal dari Jerman dan memiliki kandungan 100% efektif untuk membunuh tikus hingga ke sarangnya.


Tidak hanya punya aroma yang tikus sukai, tetapi racun ini mampu menarik tikus untuk mencari sumber aroma dan terbunuh dalam waktu 2-7 hari. Mulai dari tikus rumahan, got, sampai tikus sawah yang ukurannya jumbo semuanya bisa terbasmi.

Caranya hanya dengan menaruh racun ini pada area yang strategis atau sering tikus lewati. Dalam kurun waktu yang singkat, Anda bisa menjadikan rumah aman dari risiko penyakit bawaan tikus.

Itulah macam penyakit yang dibawa tikus yang tidak bisa disepelekan. Apalagi jika rumah Anda berada pada area padat penduduk atau bahkan dekat dengan got. Pastikan membersihkannya rutin agar tidak muncul kerugian yang lebih besar.