6 Fakta Kutu Scabies, Terjadi karena Tungau dan Susah Sembuh

Gatal yang tak kunjung reda, terutama di malam hari, bisa jadi bukan alergi biasa. Ada kemungkinan besar Anda sedang berbagi tempat tidur dengan hewan mikroskopis bernama tungau scabies. Ketahui fakta kutu scabies di sini.
Scabies, sebenarnya terjadi karena tungau bernama Sarcoptes scabiei yang menggali liang di kulit manusia dan menimbulkan reaksi gatal luar biasa. Nah, tungau itulah yang sering dapat sebutan sebagai “kutu scabies”.
Penularannya pun sangat cepat, bahkan hanya lewat kontak kulit atau berbagi tempat tidur. Selain itu, kondisi gatal dari penderitanya juga lebih parah di malam hari dan memang tak bisa sembuh hanya dengan krim biasa.
Penasaran dengan seluruh fakta kutu scabies? Simak di sini!
Fakta Kutu Scabies, Terjadi karena Tungau dan Tak Bisa Sembuh!
Ingin tahu berbagai fakta dari kutu yang menyebabkan scabies ini? Cek faktanya di sini!
1. Penyebabnya adalah Tungau, Bukan Kutu
Meski sering dapat sebutan sebagai “kutu scabies”, tapi pelaku utama penyebab scabies itu tungau. Nama tungaunya yakni Sarcoptes scabiei.
Tungau itu sendiri, merupakan makhluk mikroskopis yang hanya sebesar 0,2 – 0,4 millimeter. Saking kecilnya, Anda tidak akan mungkin melihatnya secara langsung. Namun, mereka ada dan menjadi alasan mengapa kulit terasa gatal sepanjang malam.
Tungau ini, bekerja dengan masuk ke bagian lapisan kulit bagian terluar, kemudian tinggal di dalam kulit, makan, lalu berkembang biak.
2. Kutu Hanya Menempel di Permukaan, tapi Tungau Menggali Liang dalam Kulit
Berbeda dengan kutu yang hanya menempel di permukaan, tungau scabies ini justru menggali liang di dalam kulit Anda.
Di dalam liang tersebut, betina akan bertelur dan menghasilkan kotoran yang memicu reaksi alergi. Itulah yang menyebabkan efek kutu scabies gatal hebat dan ruam yang khas. Kadang, garis halus bekas liangnya bisa terlihat di kulit.
3. Gejala Gatal Lebih Parah di Malam Hari
Dari laman Ayo Sehat, gejala paling umum scabies adalah rasa gatal intens, terutama pada malam hari.
Hal ini terjadi karena aktivitas tungau meningkat saat suhu tubuh hangat, serta karena respons imun tubuh yang lebih aktif di waktu istirahat.
Bukan tidak mungkin, Anda bisa kehilangan kualitas tidur selama berminggu-minggu karena rasa gatal yang menyiksa karena tungau penyebab scabies ini.
4. Sangat Mudah Menular
Fakta kutu scabies lainnya yakni sangat mudah menular. Scabies bisa menular hanya lewat kontak kulit yang cukup lama. Tidak perlu hubungan seksual, tapi berbagi tempat tidur, baju, atau handuk pun bisa cukup untuk menularkan.
Karena itu, infeksi ini sering menyebar di lingkungan padat seperti asrama, rumah tinggal, hingga fasilitas penitipan anak. Jika satu orang terinfeksi dan tidak segera tertangani, maka seluruh rumah bisa ikut tertular.
5. Gejalanya Tidak Langsung Muncul Setelah Tertular
Meski gampang menular, scabies punya masa inkubasi yang cukup lama. Pada infeksi pertama kali, gejala akan muncul 2 – 6 minggu setelah tertular.
Maka dari itu, artinya Anda bisa menyebarkan tungau ke orang lain tanpa menyadari kalau mereka sudah tertular. Hanya saja, kalau Anda sudah pernah terkena sebelumnya, gejala bisa muncul jauh lebih cepat yakni dalam hitungan 1 – 4 hari.
6. Tidak Bisa Sembuh dengan Krim Gatal Biasa
Nah, ini juga fakta kutu scabies yang harus Anda pahami. Kondisi ini, tidak bisa Anda sembuhkan dengan obat gatal biasanya.
Pengobatan utamanya, yakni menggunakan obat khusus seperti permetrin 5% yang harus Anda oles ke seluruh tubuh. Selain itu, semua orang yang tinggal serumah pun harus mendapatkan pengobatan.
Pengobatan ini perlu Anda lakukan, demi mencegah penularan ulang. Selain itu, pakaian, handuk, sprei, handuk, sampai benda kain lainnya harus Anda cuci menggunakan air panas.
Lalu, Anda harus menjemurnya di bawah sinar matahari langsung.
Cara Cegah Kutu Kasur
Kutu kasur dan tungau yang menjadi penyebab scabies, sebaiknya tidak Anda sepelekan.
Jika menyepelekannya, maka orang satu rumah bisa ikut gatal-gatal. Maka dari itu, cobalah langkah pencegahan ini daripada harus makan banyak biaya daripada mengobati:
1. Bersihkan Tempat Tidur dan Perabotan secara Rutin
Menjaga kebersihan kasur dan sekitarnya adalah langkah dasar yang paling penting. Dari laman KlikDokter, kami sarankan untuk rutin menyedot debu pada kasur, sofa, karpet, dan ranjang menggunakan vacuum cleaner berkualitas HEPA filter agar tungau dan telur-telurnya ikut tersedot.
Tak hanya itu, tapi sprei, sarung bantal, dan selimut juga sebaiknya Anda cuci dengan air panas minimal 60 derajat celcius untuk membunuh mikroorganisme yang tidak terlihat.
2. Memanfaatkan Panas Alami dari Matahari
Kemudian, Anda bisa memanfaatkan panas alami dari matahari. Pasalnya, sinar matahari menjadi musuh alami dari tungau dan kutu kasur.
Maka dari itu, menjemur kasur, bantal, sampai guling secara rutin, akan membantu membunuh kutu yang bersembunyi di serat-serat kain.
Jika Anda tinggal di area dengan sinar matahari cukup, maka manfaatkan itu sebagai cara sterilisasi alami yang aman dan murah.
3. Pakai Mattress Protector
Dalam beberapa ulasan, pelindung kasur berbahan kedap tungau sangat kami sarankan, terutama jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami scabies atau alergi debu rumah.
Mattress protector atau encasement akan membungkus seluruh kasur dan mencegah tungau maupun kutu keluar-masuk. Ini salah satu cara pencegahan yang cukup praktis tapi berdampak besar, terutama di rumah yang ada anak kecil.
4. Kurangi Tumpukan Barang yang Bisa Jadi Tempat Persembunyian
Kutu kasur suka bersembunyi di tempat yang gelap dan jarang tersentuh. Maka dari itu, salah satu cara pencegahan yang efektif adalah dengan mengurangi tumpukan kardus, baju, atau perabotan yang tidak terpakai di sekitar tempat tidur.
Selain menyulitkan kutu untuk bersarang, kamar juga jadi lebih mudah Anda bersihkan secara menyeluruh.
5. Pakai Racoon Bed-Bugs Killer
Sebagai langkah pencegahan tambahan, Anda juga bisa menggunakan produk khusus seperti Racoon Bed-Bugs Killer.
Cairan ini memang terancang khusus untuk membasmi serangga yang bersarang di sekitar kasur. Mulai dari kutu kasur, kutu busuk, hingga kecoa dan semut.
Formulanya bekerja cepat dan tahan lama hingga enam bulan, sehingga cocok jadi perlindungan tambahan setelah pembersihan rutin.
Untuk penggunaan yang efektif, pastikan ventilasi ruangan terbuka, lalu semprotkan cairan secara merata pada bagian bawah kasur, sisi samping, lantai, dan tembok di sekitar tempat tidur.
Selain itu, hindari menyemprot bagian atas kasur, karena kutu biasanya tidak hidup di permukaan tersebut.
Setelah penyemprotan, tunggu hingga benar-benar kering sebelum kasur digunakan kembali.
Dengan penggunaan teratur sesuai petunjuk, Racoon Bed-Bugs Killer dapat membantu menciptakan lingkungan tidur yang bersih, aman, dan terbebas dari gangguan serangga.

Jadi, itulah berbagai fakta kutu scabies hingga berbagai cara efektif untuk mencegah kutu maupun tungau mengiritasi kulit Anda. Jangan lupa, gunakan Racoon Bed-Bugs Killer untuk pencegahan yang lebih optimal.
