5 Bahaya Penyakit Kecoa yang Perlu Diwaspadai!

Banyak orang merasa jijik atau takut ketika melihat kecoa berkeliaran di depan mata. Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang mengherankan mengingat bahaya penyakit kecoa yang lebih dari sekadar mengganggu kenyamanan. 

Serangga berwarna coklat kehitaman ini dapat membawa ancaman bagi kesehatan manusia mulai dari keracunan hingga infeksi bakteri dan virus. 

Penting bagi Anda untuk mengetahui bahayanya sejak awal, sebelum kecoa bertambah banyak.    

Apa Saja Bahaya Penyakit Kecoa?

Kecoa memang memiliki sejumlah manfaat seperti dekomposer alami hingga sumber protein dalam rantai makanan. 

Namun, serangga yang sering berkeliaran di tempat kotor ini juga menyimpan bahaya bagi manusia. Cek penjelasannya berikut:

1. Keracunan Makanan

Kecoa dikenal sebagai pembawa berbagai bakteri berbahaya termasuk Salmonella yang menyebabkan manusia keracunan makanan. 

Serangga ini bisa meninggalkan jejak bakteri pada peralatan makan atau makanan yang dihinggapinya. 

Oleh sebab itu, orang yang menggunakan atau mengonsumsi makanan yang telah tercemar oleh kecoa, berisiko mengalami keracunan. Bahkan, mereka juga bisa mengalami tipes.

2. Disentri

Penyakit lainnya yang disebabkan oleh kecoa adalah disentri. Melalui urinenya, kecoa membawa bakteri bernama Shigella yang dapat menyebabkan disentri basiler. Jenis disentri ini ditandai dengan diare berat yang berlendir atau berdarah. 

Apabila tidak segera mendapat penanganan atau semakin parah, infeksi dari bakteri Shigella bisa menimbulkan dehidrasi berat. Maka dari itu, Anda perlu sangat mewaspadai keberadaan serangga satu ini. 

3. Memicu Asma

Bahaya penyakit kecoa berikutnya yakni mampu memicu asma. Penelitian dalam Journal of Arthropod-borne Diseases yang dilansir pada Hello Sehat, mengungkapkan urine, air liur, kotoran, hingga cairan tubuh kecoa mengandung zat alergen. 

Kandungan zat alergen inilah yang menyebabkan asma pada orang yang menghirup. 

Alhasil, penderita asma perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya untuk mengecek apakah ada kecoa berkeliaran. 

4. Infeksi Bakteri dan Virus

Melansir Alodokter, kecoa tidak hanya membawa kuman Salmonella dan Shigella, melainkan juga E. coli, Pseudomonas aeruginosa, virus hepatitis A, serta berbagai jenis parasit seperti cacing. 

Itulah mengapa serangga ini dapat menimbulkan sejumlah penyakit seperti diare, disentri, tipes, kolera, maupun cacingan. 

Bahkan, Anda juga bisa mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kecoa. 

Selain itu, bakteri yang kecoa bawa juga bisa menyebabkan infeksi mata. Mata yang terkena cairan tubuh serangga ini bisa memicu gejala berupa perih, gatal, hingga bengkak.

5. Menimbulkan Alergi

Bahaya penyakit kecoa berikutnya yaitu bisa menimbulkan alergi pada sebagian orang. 

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa bagian-bagian tubuh kecoa hingga cairannya mengandung zat alergen. 

Oleh sebab itu, Anda mungkin bisa mengalami beberapa gejala alergi seperti gatal-gatal, mata merah, batuk, ruam kulit, atau bersin-bersin karena keberadaan serangga satu ini. 

Tips Membasmi Kecoa yang Ampuh

Sekarang Anda pasti telah sadar betapa berbahayanya membiarkan kecoa bersarang di rumah. 

Maka dari itu, berikut adalah beberapa cara efektif yang bisa Anda terapkan untuk mengusir kecoa. 

1. Menjaga Kebersihan

Kebersihan adalah kunci utama mencegah kecoa berkembang biak. Kecoa biasanya tertarik mendatangi tempat-tempat yang lembab dan dekat dengan bahan makanan dan minuman. 

Supaya mereka tidak betah tinggal di rumah Anda, pastikan untuk rutin menjaga kebersihan. Mulai dari membersihkan sisa makanan atau tumpahan, membuang sampah dalam wadah tertutup, dan menyedot debu lantai secara teratur. 

2. Menutup Celah Masuk Kecoa

Cara basmi kecoa berikutnya adalah dengan menutup celah-celah kecil di rumah yang menjadi akses masuk mereka. 

Periksa apakah ada celah pada dinding, lantai, sambungan pipa air, atau ventilasi yang tidak tertutup rapat. 

Jika menemukan celah yang bisa menjadi akses masuk kecoa, segera tutup menggunakan sealant atau menyumpalnya dengan benda lain yang bisa menghalangi jalan. Hal ini guna membatasi ruang kecoa untuk bersembunyi dan bertelur. 

3. Memakai Bahan Alami

Melansir Halodoc, ada beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk mengusir kecoa. 

Bahan-bahan tersebut antara lain daun salam dan kayu manis. Aroma dari bahan-bahan tersebut tidak disukai oleh kecoa. 

Selain itu, Anda juga bisa mencoba campuran baking soda dan gula yang bisa dijadikan sebagai umpan. 

Aroma gula akan menarik kecoa untuk datang, sedangkan baking soda menjadi senjata untuk membunuh mereka. 

4. Menyemprot dengan Minyak Esensial

Sebuah studi penelitian yang dilansir pada Hello Sehat, menunjukkan pemakaian minyak esensial dapat mengusir kecoa jenis Supella longipalpa. 

Pada penelitian tersebut, minyak esensial yang dipakai adalah oregano dan rosemary. 

Namun, Anda juga bisa memakai varian lain seperti daun eukaliptus dan mint. Semprotkan minyak esensial ini pada area-area yang sering kecoa lalui untuk mengusir mereka dari sana. 

5. Menggunakan Produk Insektisida

Jika setelah melakukan berbagai cara di atas ternyata masih ada kecoa yang berkeliaran, Anda bisa menggunakan produk insektisida. Produk ini menjadi solusi yang cepat dan mudah untuk membasmi kecoa.

Terdapat banyak pilihan insektisida, yang populer adalah berbentuk semprotan. Salah satu rekomendasinya adalah Racoon Bugs Killer yang mengandung etanol untuk membunuh serangga secara instan.

Produk dari Racoon aman untuk Anda aplikasikan pada area dapur, bawah kasur, atau kamar mandi yang banyak menjadi sarang kecoa. 

Cara penggunaannya pun mudah. Kocok botol sebelum dipakai, buka kunci pengamannya, lalu semprotkan ke jalur atau sarang kecoa. Setelah itu, tunggu selama 10 menit hingga cairan menguap dan bau etanol akan menghilang. 

Beli sekarang dan hilangkan kecoa dari rumah dengan semprotan Racoon!