Bahaya Kelabang bagi Manusia dari Ruam Hingga Alergi Parah

Kelabang termasuk jenis serangga karnivora dan beracun. Meskipun bukan serangga agresif, bahaya kelabang berasal dari gigitan yang menyebarkan racun dengan efeknya bisa mematikan.
Bagi hewan kecil seperti tikus, gigitan kelabang bisa menimbulkan kematian, tapi bagi manusia efeknya bisa berbeda-beda. Ada yang muncul dalam bentuk ruam, bengkak maupun reaksi alergi cukup parah.
Bahaya gigitan kelabang ini tentu tidak boleh disepelekan, karena bisa mengancam nyawa. Seperti apa dampak dari racun kelabang, baca terus untuk cek informasinya.
7 Bahaya Kelabang yang Patut Diwaspadai
Gigitan kelang bisa terasa sangat menyakitkan bagi manusia, apalagi jika ukurannya semakin besar.
Melansir Healthline, jenis racunnya bisa berbeda tapi pada umumnya mengandung histamin, serotonin, dan cardio-depressant toxin-S.
Kandungan racunnya ini dapat menimbulkan berbagai dampak bahaya bagi manusia, seperti:
1. Ruam pada Area Bekas Gigitan
Melansir Medical News Today, bekas gigitan kelabang terlihat berupa dua titik merah pada kulit atau berbentuk V.
Pada bekas gigitan ini, akan muncul ruam yang biasanya akan hilang dalam waktu beberapa jam atau hari.
Dalam kondisi ini, artinya racun yang masuk ke dalam tubuh termasuk sedikit dan tidak mengancam nyawa. Ruam kemerahan pun bisa terasa sedikit nyeri tapi tidak akan mengganggu aktivitas.
2. Terjadi Pembengkakan
Ketika jumlah racun kelabang yang masuk cukup banyak, Anda bisa saja mengalami pembengkakan setelah ruam.
Kondisi ini juga masih tergolong normal dan termasuk gejala ringan yang akan hilang dalam beberapa jam.
Selama pembengkakan tidak disertai dengan rasa pusing, demam, bahkan mual, Anda tidak perlu khawatir. Cukup oleskan minyak hangat pada area yang tersengat untuk meredakan pembengkakan.
3. Gatal Disertai Sensasi Kulit Terbakar
Apabila Anda digigit kelabang yang ukurannya cukup besar, selain bengkak akan muncul rasa gatal bahkan terasa seperti terbakar. Namun, sensasi ini dapat berkurang seiring tubuh melakukan netralisir.
Sama seperti efek sebelumnya, rasa gatal juga akan mulai berkurang setelah beberapa jam. Bengkak dan ruam pun dapat hilang setelah beberapa hari tersengat kelabang.
4. Infeksi Kulit Parah
Kondisi selanjutnya yang cukup mengkhawatirkan adalah infeksi pada area kulit bekas gigitan. Infeksi ini bermula dari ruam hingga gatal dan bengkak yang tak kunjung hilang.
Pada beberapa kasus, infeksi bahkan menimbulkan perdarahan akibat racun yang sangat mematikan. Infeksi ini hanya bisa diatasi dengan pergi ke dokter untuk mendapat obat dalam dan luar.
5. Sulit Bernapas
Bahaya kelabang tidak hanya pada seputar efek pada kulit saja, tapi juga sampai ke saluran pernapasan bahkan organ dalam.
Apabila tersengat kelabang yang berukuran besar dengan racun kuat, Anda bisa saja kesulitan bernapas.
Kondisi ini terjadi karena racun kelabang telah menyebar ke sel tubuh hingga menimbulkan gangguan pergerakan ion potasium.
Inilah yang mengakibatkan gerakan otot pada bagian pernapasan terganggu dan sulit bernapas.
6. Syok Anafilaktik
Selanjutnya, ada hal paling membahayakan dari kelabang adalah racunnya dapat menimbulkan syok anafilaktik.
Kondisi ini adalah reaksi alergi yang sangat parah yang hanya terjadi beberapa menit setelah mendapat gigitan.
Gejala syok anafilaktik ini bermula dari wajah yang membengkak, dada terasa tidak nyaman, hingga akhirnya kehilangan kesadaran. Racun juga menimbulkan tekanan darah sangat rendah yang membahayakan.
7. Gagal Jantung
Dampak paling berbahaya yang juga perlu perhatian adalah terjadinya gagal jantung.
Meskipun termasuk langka, melansir Halodoc, kondisi ini pernah terjadi dalam tiga kasus hingga mengakibatkan orang meninggal.
Penyebabnya adalah racun kelabang yang menahan aliran darah ke jantung. Inilah mengapa, seseorang yang tergigit kelabang dapat mengalami gagal jantung dan berakhir pada kematian.
Penanganan setelah Mendapat Gigitan Kelabang
Tidak pernah ada yang tahu, kapan kelabang akan menyerang, baik itu kelabang kecil maupun yang berukuran besar.
Jika mendapatkan gigitan, Anda bisa melakukan beberapa penanganan sederhana berikut:
1. Bersihkan dan Kompres Air Hangat
Langkah pertama setelah tergigit adalah dengan membersihkan bekas luka. Carilah dua titik merah bekas gigitannya dan bersihkan dengan air mengalir, tujuannya agar tidak terjadi infeksi lebih luas.
Tidak perlu membersihkan bekas luka dengan alkohol, selanjutnya Anda bisa mengompres dengan air hangat. Pengompresan bertujuan membuka pori kulit agar racun keluar secara alami.
2. Minum Obat Antihistamin
Apabila gejala yang timbul mulai bengkak hingga gatal, sebagai pertolongan awal Anda bisa mengonsumsi obat antihistamin.
Obat ini akan meredakan gejala tersebut sehingga tidak terlalu sakit atau memicu reaksi alergi parah.
Namun, jika setelah minum obat gejala tidak kunjung reda Anda sebaiknya pergi ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Mencegah serangan kelabang akan lebih aman jika Anda hilangkan kelabang dari rumah.
Caranya mudah, Anda bisa menggunakan Racoon Bugs Killer yang merupakan obat pembasmi serangga, seperti semut, kecoa, termasuk kelabang.

Kandungan etanolnya bekerja membunuh serangga dengan cepat dan bertahan lama agar serangga tidak datang kembali. Selama setelah aplikasi, Anda tidak menyapu area yang terkena Racoon Bugs Killer.
Penggunaannya pun sangat aman. Anda bebas menyemprotkannya pada area penting seperti bawah tempat tidur, kamar mandi, bahkan kandang hewan peliharaan.
Cara basmi kelabang dengan Racoon Bugs Killer sangat simpel, tinggal semprotkan ke area yang kerap menjadi sarang serangga seperti kelabang.
Biarkan obat bekerja selama 10 menit, cairan akan menguap dan tidak meninggalkan bau tapi efektif mengusir serangga.
Bahaya kelabang bahkan ukuran terkecil pun tidak boleh disepelekan, karena mengganggu kesehatan. Anda bisa mengalami ruam, gatal, bengkak, bahkan kondisi berbahaya yaitu gagal jantung.
Jika tidak ingin terganggu kehadiran kelabang dan serangga lain yang berbahaya, Anda sebaiknya mencegah dari sekarang. Racoon Bugs Killer bisa jadi solusi tepat untuk mengusirnya.
