5 Fakta Tentang Rayap yang Mengejutkan dan Tips Membasminya

Selama ini, orang-orang akrab mengenal rayap sebagai serangga pemakan kayu yang kerap menjadi biang kerok rusaknya perabotan rumah. Namun, ternyata ada sejumlah fakta tentang rayap yang lebih mengejutkan dari sekadar penggerogot kayu.
Serangga kecil yang mirip semut ini hidup dalam koloni besar dengan pola kerja terorganisir. Mereka lihai bersembunyi sehingga orang-orang baru sadar ketika sudah terjadi kerusakan parah.
Jika terus Anda biarkan tanpa penanganan lebih lanjut, rayap bisa menyebabkan kerugian besar. Supaya itu tidak terjadi, pelajari soal rayap dan cara cegah rumah diserap rayap berikut ini.
Fakta Tentang Rayap yang Jarang Orang Tahu
Berikut adalah fakta unik mengenai rayap yang mungkin baru pertama kali Anda dengar.
1. Rayap Hidup dalam Koloni Besar
Mengutip Plunkett’s, koloni rayap terbesar pernah tercatat lebih dari tiga juta buah. Angka tersebut terdengar mengerikan membayangkan ada begitu banyak rayap bersembunyi dalam satu tempat.
Jumlah koloni rayap yang besar itu menjadi alasan mengapa kerusakan perabotan kayu terjadi secara masif dan cepat tanpa disadari.
Terlebih, rayap cenderung hidup pada tempat tersembunyi seperti tanah atau kayu sehingga sulit terdeteksi langsung oleh mata.
Selain itu, dalam koloni rayap terbagi struktur sosial yang teratur, mulai dari ratu, raja, pekerja, dan prajurit. Masing-masing punya peran tersendiri yang membuat kerja rayap menjadi efisien dan terkoordinasi dalam menghabiskan material kayu.
2. Ratu Rayap Hidup Hingga Puluhan Tahun
Berbeda dari kebanyakan serangga, ratu rayap memiliki usia hidup yang sangat panjang. Beberapa ratu bisa hidup antara 30 sampai 50 tahun dan aktif bereproduksi setiap tahun.
Fakta yang mengejutkan, beberapa ratu rayap bisa bereproduksi hingga puluhan ribu telur dalam sehari. Bahkan, ratu rayap dari famili termitidae dapat menghasilkan hingga sepuluh juta butir setiap tahunnya.
Jika tidak segera dikendalikan, koloni rayap bisa berkembang pesat. Itulah mengapa membasmi rayap tidak cukup hanya dengan membunuh individu yang terlihat. Anda juga perlu memastikan ratunya sudah tiada untuk mencegah kerusakan berulang.
3. Rayap Bekerja 24 Jam Sehari
Sama seperti manusia, mayoritas hewan beristirahat dengan cara tertidur. Namun, hal ini tidak berlaku bagi rayap.
Rayap dikenal sebagai serangga yang bekerja tanpa henti sepanjang hari, sehingga mereka tidak pernah tertidur.
Fakta tentang rayap ini memungkinkan mereka untuk menggerogoti kayu dalam waktu relatif singkat.
Selama ini, Anda mungkin merasa kerusakan pada material kayu terasa tiba-tiba. Padahal, semua itu adalah hasil kerja kolektif rayap selama 24 jam setiap hari.
Selain memakan kayu, rayap juga bekerja untuk membangun sarang dan merawat koloni. Jadi, bisa dibilang rayap adalah hewan produktif.
4. Rayap Suka Tinggal di Tempat Lembab
Lingkungan lembab merupakan tempat ideal bagi rayap untuk bertahan hidup dan berkembang biak.
Mereka menyukai tempat tertutup, gelap, dan minim ventilasi karena bisa membangun sarang dengan mudah serta membentuk koloni baru.
Contohnya seperti ruang bawah tanah, balik dinding/lantai, kamar mandi, serta area dengan pipa bocor.
Mereka juga menyukai musim hujan, terutama rayap tanah, karena pada masa ini tanah dan udara menjadi lembab.
Bukan hanya itu, bagian kayu rumah yang basah terkena hujan menjadi sasaran empuk bagi rayap untuk mengunyahnya dengan mudah.
Oleh karena itu, Anda perlu waspada ketika musim hujan, sebab rayap cenderung lebih aktif pada musim ini.
5. Rayap Mengeluarkan Feromon untuk Berkomunikasi
Melansir Rentokil, feromon adalah zat kimia yang dilepaskan rayap sebagai media untuk menyampaikan pesan tertentu ke anggota koloni lainnya.
Sistem komunikasi menggunakan feromon ini memungkinkan rayap bekerja secara terkoordinasi.
Feromon digunakan untuk berbagai keperluan seperti menandai jalur menuju sumber makanan dan sebagai peringatan bahaya ketika koloni merasa terancam.
Itulah mengapa jika ingin mengendalikan rayap dengan efektif, Anda perlu mengganggu jejak feromon mereka.
Pada fase reproduksi, ratu rayap akan melepaskan feromon untuk menarik pasangan dan membentuk koloni baru.
Tips Mencegah dan Mengusir Rayap yang Menjajah Rumah
Menghadapi rayap tidak harus menunggu sampai kerusakan perabotan terlihat jelas. Anda perlu melakukan tindak preventif sejak dini untuk menghalangi rayap semakin merajalela merusak kayu.
1. Mengontrol Kelembaban Rumah
Fakta tentang rayap yang menyukai lingkungan lembab untuk berkembang biak perlu Anda atasi segera.
Caranya adalah dengan memperbaiki pipa atau keran bocor untuk mencegah terbentuknya area lembab sebagai sarang rayap.
2. Rutin Melakukan Inspeksi
Seperti yang sudah Anda ketahui, rayap bekerja secara diam-diam dan keberadaannya sulit terdeteksi hingga kerusakan terjadi.
Lakukan inspeksi secara rutin dengan memperhatikan kemunculan pelet feses rayap atau kayu yang terasa kosong ketika diketuk. Hal ini mengindikasikan serangan rayap.
3. Menggunakan Produk Anti Rayap
Jika cara basmi rayap alami tidak mempan, Anda bisa mencoba menggunakan produk anti rayap yang dijual di pasaran.
Biasanya, produk ini berbentuk semprotan dengan kandungan zat aktif untuk memastikan rayap terbasmi.
Pertimbangkan produk Racoon Arap sebagai solusi untuk membasmi koloni rayap yang menghuni rumah.

Produk ini dapat membasmi berbagai varian rayap mulai dari rayap kayu kering, rayap kayu basah, rayap putih, dan rayap tanah.
Selain itu, produk dari Racoon ini dapat membuat area yang kena semprot menjadi kebal 5 tahun dari rayap. Penggunaannya juga mudah, tinggal semprot ke bagian kayu yang rayap jadikan sarang.
Kandungan Racoon Arap akan bekerja selama 2-7 hari untuk membasmi koloni rayap hingga ratunya tanpa curiga. Beli sekarang untuk melindungi perabotan rumah Anda!
